Satu
lagi legenda kuliner di Kota Jombang bagi penggemar makanan ekstra
pedas. mie setan daerah kwaron, "Mie Setan" menyuguhkan sensasi rasa pedas
yang luar biasa di lidah Anda. Rasa pedasnyapun disesuaikan dengan
'nyali' anda, ada beberapa level yang disuguhkan. di mulai dari sendok
teh, sendok makan,.
"Sudah
ada yang sampai 24 sendok, rekor di pecahkan oleh salah satu
santri tebu ireng, saat itu menjadi mi kuah termahal, lha gimana orang
yang makan dengan 24 sendok sambal itu besoknya masuk rumah sakit dan
habis biaya pengobatan hingga 10 Juta". Sejak itu dia selalu mengingatkan terlebih dahulu kepada
pelangganya yang mencoba memecahkan rekor.
Karena
penasaran, crew BeJoNet mencicipi mie setan olahan pria 3 anak ini,
tak ayal keringat pun bercucuran, padahal hanya dua sendok makan sambel.
Tak
jarang keringat penikmat mie setan pedas ini bercucuran, setelah merasakan
pedasnya mie setan seharga Rp 10 ribu per porsi ini. Meskipun harga
cabe mahal tapi sang penjual tidak pernah menaikan harga mie setannya ini.
makanan pedas
putri
Rabu, 09 Desember 2015
Jumat, 04 Desember 2015
HOTnya mie petir
Kita sering mendengar berbagai jenis mie,tapi kali ini ada jenis mie
yang sangat unik yang bernama “Mie petir”. Disebut sebagi mie petir
karena mie yang disajikan memiliki level ke pedasan yang
berbeda-beda,level kepedasannya pun meliliki beberapa tingkatan misalnya
dari tingkatan paud,tk,sd,smp,sma,mahasiswa,sarjana serta
profesor.Disini level kepedasannya dapat disesuaikan dari yang terendah
yaitu PAUD yang tidak menggunakan cabai sama sekali, sampai yang teratas
yaitu profesor yang menggunakan 25 cabai.
Sudah hampir 2 tahun Warung makan ini berdiri, berjalan dalam usaha ini juga tidak ada kendala apapun. Dalam sehari pemilik miepetir ini bisa mencapai target penjualan sekitar 2 juta-3 juta pada hari biasa, berbeda lagi jika hari minggu omsetnya melejit hingga lebih dari 3 juta. Bicara mengenai bahan baku yang di gunakan untuk membuat mie petir ini, setiap harinya usaha mie petir ini menghabiskan 30 kg/hari tepung,yang lebih bagusnya lagi mienya pun di buat sendiri dari bahan organik dan tidak memakai bahan pengawet. Harganya relatif murah yakni 7000/porsinya, tak ada salahnya kita mencoba mencicipi dengan berbagai pilihan level yang disajikan.
Lebih unik lagi disini terdapat minuman es cepat sukses yang dimaksud es cepat sukses yakni seperti es buah pada umumnya tetapi es buah ini berwarna hijau yang berisikan agar-agar,melon,dsb. Serta semoga yang meminum minuman ini dapat sukses dunia ahkirat,. amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.........
mereka berharap untuk kedepannya agar bisa lebih maju lagi dan bisa melebarkan sayap serta dapat membuka cabang lebih banyak lagi.
Tufa (28) salah satu penikmat mie petir yang mengaku sudah berlangganan mengatakan bahwa ia pencinta makanan pedas dan selalu memesan mie petir dengan tingkatan level profesor. Seperti kita ketahui Level Profesor yakni sebuah level yang di sajikan mie petir dengan rasa paling pedas, atau pedas maksimal.
Jadi untuk anda pencinta makanan pedas, jika anda pencinta kuliner makanan pedas tak ada salahnya mencoba mie petir yang beralamat di depan kantor polsek baki,kecamatan baki,kabupaten sukoharjo.
Sudah hampir 2 tahun Warung makan ini berdiri, berjalan dalam usaha ini juga tidak ada kendala apapun. Dalam sehari pemilik miepetir ini bisa mencapai target penjualan sekitar 2 juta-3 juta pada hari biasa, berbeda lagi jika hari minggu omsetnya melejit hingga lebih dari 3 juta. Bicara mengenai bahan baku yang di gunakan untuk membuat mie petir ini, setiap harinya usaha mie petir ini menghabiskan 30 kg/hari tepung,yang lebih bagusnya lagi mienya pun di buat sendiri dari bahan organik dan tidak memakai bahan pengawet. Harganya relatif murah yakni 7000/porsinya, tak ada salahnya kita mencoba mencicipi dengan berbagai pilihan level yang disajikan.
Lebih unik lagi disini terdapat minuman es cepat sukses yang dimaksud es cepat sukses yakni seperti es buah pada umumnya tetapi es buah ini berwarna hijau yang berisikan agar-agar,melon,dsb. Serta semoga yang meminum minuman ini dapat sukses dunia ahkirat,. amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin.........
mereka berharap untuk kedepannya agar bisa lebih maju lagi dan bisa melebarkan sayap serta dapat membuka cabang lebih banyak lagi.
Tufa (28) salah satu penikmat mie petir yang mengaku sudah berlangganan mengatakan bahwa ia pencinta makanan pedas dan selalu memesan mie petir dengan tingkatan level profesor. Seperti kita ketahui Level Profesor yakni sebuah level yang di sajikan mie petir dengan rasa paling pedas, atau pedas maksimal.
Jadi untuk anda pencinta makanan pedas, jika anda pencinta kuliner makanan pedas tak ada salahnya mencoba mie petir yang beralamat di depan kantor polsek baki,kecamatan baki,kabupaten sukoharjo.
Sengatan Pedas Ceker Setan
KALAU jalan-jalan ke Malang, jangan lupa menjelajah kuliner khas kota berhawa sejuk ini. Salah satu makanan paling populer di Kota Apel adalah ceker pedas. Di Malang banyak kedai yang menjajakan masakan berbahan baku utama ceker alias cakar ayam dengan kuah berasa pedas ini.
Kedai ceker pedas yang terkenal di kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur tersebut adalah Ceker Setan Pak Sugeng. Posisi warung makan yang berdiri tahun 2008 tersebut ada di Jalan Jakarta, persis di seberang gedung School of Business (SOB) Malang.
Apakah makanan ini terbuat dari cakarnya setan? Namanya terdengar gahar lagi seram. Menurut Martini, pemilik kedai tersebut, nama ceker setan merupakan pemberian mahasiswa yang jadi pelanggan setianya. “Itu karena saking pedasnya rasa masakan saya,” jelas perempuan berusia 43 tahun ini.
Anda penasaran dengan rasa pedas ceker racikan Martini? Kedai ini buka sekitar jam sembilan malam. Tapi, Anda mesti datang lebih awal. Soalnya, antrean pembeli sudah mengular satu jam sebelum Ceker Setan Pak Sugeng buka.
Uniknya, agar tidak saling berebut, Martini memberlakukan nomor antrean. Pengunjung bisa mengambil nomor antrean yang ada di atas gerobak dagangan milik Martini.
Dulu, Martini bilang, nomor antrean bisa sampai 50. Tapi, karena merepotkan, ia akhirnya membatasi hingga nomor 25 saja. “Sisanya silakan antre baris saja,” imbuh dia.
Cakar sangat empuk
Nah, begitu selesai menata dagangannya, Martini pun memanggil satu per satu nomor antrean secara berurutan. Yang dipanggil kemudian menyebutkan pesanannya. Dengan cekatan, pelayan mengambil pesanan pembeli, cakar, kepala, atau sayap ayam, tak lupa ia membubuhkan kuah. Tak sampai satu menit, piring dari anyaman lidi beralas kertas cokelat lengkap dengan isinya sudah sampai ke tangan pelanggan.
Untuk menikmati makanan ini, bisa dengan nasi atau tanpa nasi. Singkirkan sendok dan garpu. Maklum, struktur cakar, kepala, dan sayap ayam banyak tulangnya. Sendok garpu bakal menyulitkan Anda menyesap nikmatnya bumbu yang meresap ke dalam cakar, kepala, dan sayap ayam.
Cakar, kepala, dan sayap ayam yang berlumur bumbu pedas berwarna kuning keemasan tampak menggoda. Bau tajam dari cabai cokro, bumbu utama makanan ini, menusuk hidung. Inilah yang memacu adrenalin Anda untuk segera melahapnya.
Saat menggigit, ternyata cakarnya sangat empuk, tidak liat maupun alot. Anda bisa merasakan ruas tulang cakar berguguran di mulut, tanpa perlu bekerja keras mengunyah atau memisahkan otot yang ada di cakar dengan tulangnya. Bumbu pedasnya langsung membakar mulut seketika, tapi tidak bisa dielakkan, lidah menginginkannya lagi dan lagi, alias kapok lombok.
Untunglah rasa pedas cakar ini tidak sampai membuat masakannya menjadi pahit dan kehilangan rasa gurih dari daging, kulit, dan tulang cakar ayamnya. Minyak kaldu dari rebusan ayam sedikit menyeimbangkan rasa pedas.
Sensasi pedas yang menyengat rongga mulut memaksa tangan untuk meraih kepala serta sayap ayam. Semuanya terasa empuk, daging dan kulitnya pun mudah terlepas dari tulang, membuat gigi gampang mengurai dagingnya di mulut tanpa bantuan tangan.
Tak terasa, satu porsi ceker setan ludes tak bersisa. Peluh pun mengucur deras dari dahi, rongga mulut mulai kebanjiran air liur yang berusaha mengeluarkan sisa rasa pedas yang luar biasa keterlaluan dari mulut.
Dalam sehari, paling sedikit Martini mengolah 50 kilogram cakar, kepala, dan sayap ayam. “Kalau kurang dari itu, saya tidak berani berjualan,” ujarnya. Toh, dagangannya selalu habis tak bersisa.
Di kedai ini tidak ada bangku dan meja, lo. Alhasil, para pengunjung biasa memanfaatkan lahan taman di seberang kedai atau bergumul dengan ceker, sambil berdiri.
Langganan:
Postingan (Atom)


